Cara Memilih Domain dan Contoh Nama Domain yang Bagus

Cara Memilih Domain dan Contoh Nama Domain yang Bagus

Memilih domain yang tepat merupakan sebuah keputusan penting karena nama domain akan menjadi identitas selama-lamanya untuk website Anda.

Bayangkan Anda telah memilih nama domain tertentu, dan dikemudian hari Anda merasa kurang srek dengan domain tersebut, ada kemungkinan Anda ingin mengganti domain tersebut, bukan?

Anda memang bisa membeli domain baru untuk menggantikan domain yang lama, namun hal tersebut akan memberi dampak yang luar biasa bagi situs web Anda.

Ketika Anda memutuskan untuk mengganti nama domain ditengah jalan, maka website atau blog Anda akan kehilangan ranking, rating, backlink, dan juga traffic.

Oleh karena itu, Anda perlu memilih domain yang baik dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknikal agar Anda tidak terpikir untuk membeli domain baru dan dialamatkan pada website yang sama.

Pengertian Domain dan Fungsinya

Apa itu domain dan mengapa memilih domain secara tepat menjadi begitu penting? Untuk memudahkan Anda memahami pengertian domain, secara sederhananya domain adalah alamat website.

Dan definisi domain dalam artian yang lebih luas adalah sebuah nama unik yang berfungsi untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server dan email server di jaringan komputer dan juga internet.

Fungsi domain yang paling utama tidak lain adalah supaya dapat mempermudah pengguna di internet ketika yang bersangkutan melakukan akses ke server, karena jika nama domain ini tidak ada maka pengguna perlu mengingat deretan angka yang panjang atau yang biasa disebut sebagai alamat IP (IP Address).

Dengan adanya nama domain, maka Anda bisa membuka situs seperti google.com dengan lebih mudah tanpa harus mengingat alamat IP-nya yang panjang. Jika tanpa nama domain, maka website google.com sebenarnya bisa dibuka dengan IP Address: 216.239.38.120

Perbedaan Domain dan Hosting

Perbedaan domain dan hosting dapat dilihat dari fungsinya. Jika dalam pengertian yang singkat domain adalah alamat situs web, maka hosting adalah tempat untuk menyimpan file website.

perbedaan domain dan hosting
Perbedaan Domain dan Hosting

Untuk membuat sebuah website dibutuhkan dua komponen pokok, yaitu nama domain dan web hosting. Tanpa salah satu darinya, maka Anda tidak bisa membuat website Anda menjadi online.

Pengertian hosting bisa Anda ibaratkan sebagai tanah, lalu diatas tanah tersebut berdiri sebuah rumah. Tanah itulah yang disebut hosting, adapun rumah adalah website.

Sampai disini saya yakin Anda sudah bisa memahami perbedaan domain dan hosting. Selanjutnya mari dilanjutkan ke bahasan berbagai macam jenis domain yang juga cukup penting untuk Anda ketahui.

Jenis-jenis Ekstensi Domain

Jenis domain atau ekstensi nama domain itu ada banyak sekali, mulai .com (dibaca: dot com), .net (dibaca: dot net), .info (dibaca: dot info), .web.id (dibaca: dot web dot id), dan masih banyak lagi.

Saat ini setidaknya ada tiga jenis domain yang sudah sangat umum atau paling banyak digunakan, yaitu:

1. TLD (Top Level Domain)

Domain Tingkat Atas atau TLD merupakan bagian dari nama domain atau alamat situs yang terletak dibagian kanan hingga tanda titik. Misalkan untuk nama domain www.kompas.com Domain Tingkat Atasnya adalah .com.

Domain Tingkat Atas sendiri ada dua macam, yaitu Global Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD).

Beberapa contoh domain gTLD diantaranya:

  • .com (Commercial: untuk website komersial)
  • .net (Network: untuk website jaringan teknologi)
  • .info (Information: Untuk website informasi)
  • .co (Corporation: untuk website perusahaan)
  • .org (Organization: untuk situs organisasi)

Catatan: Meskipun memiliki arti masing-masing, namun penggunaan gTLD tidak dibatasi hanya pada situs-situs tertentu saja. Misalnya domain .net dan .co yang juga digunakan oleh situs apapun, termasuk situs web komersial.

Contoh domain ccTLD antara lain:

  • .id (ekstensi domain ccTLD Indonesia)
  • .my (ekstensi domain ccTLD Malaysia)
  • .uk (ekstensi domain ccTLD Inggris/United Kingdom)
  • .jp (ekstensi domain ccTLD Jepang)
  • .au (ekstensi domain ccTLD Australia)

2. SLD (Second Level Domain)

Domain Level Kedua atau Second Level Domain adalah nama domain yang Anda daftarkan. Misalkan www.icann.org Second Level Domain-nya adalah icann.

3. Sub Domain

Sub Domain disebut juga Third Level Domain, yaitu kata atau angka yang terletak sebelum Second Level Domain. Contoh: register.pandi.id Sub Domain-nya adalah register.

Statistik Pengguna Domain

Domain dot com masih menjadi yang terpopuler. Domain dot com bahkan memiliki pengguna paling banyak disebagian besar negara, termasuk di Indonesia. Namun, khusus untuk pengguna domain di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah pengguna domain dot ID mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pandi mencatat, saat ini sudah ada lebih dari 1.1 juta pengguna domain dot ID.

statistik ekstensi domain
Statistik jumlah pengguna domain berdasarkan ekstensi (sumber: domainnamestat)
statistik domain
Jumlah pengguna domain dot com dan lainnya (sumber: domaintools)
statistik domain id
Statistik jumlah pengguna domain dot ID (sumber: PANDI)

Contoh Nama Domain

Dari pemaparan diatas, maka sebenarnya Anda sudah mengetahui beberapa contoh nama domain. Dan berikut ini adalah 5 daftar website teropuler di Indonesia (sesuai data Alexa per 29/03/19) yang memiliki rating domain sangat tinggi (sesuai analisis Ahrefs):

  1. Google.com (popularitas di Indonesia #1, domain rating: 98/100)
  2. Tribunnews.com (popularitas di Indonesia #2, domain rating: 86/100)
  3. Youtube.com (popularitas di Indonesia #3, domain rating: 98/100)
  4. Detik.com (popularitas di Indonesia #4, domain rating: 87/100)
  5. Okezone.com (popularitas di Indonesia #5, domain rating: 80/100)

Harga Domain

Harga domain berbeda-beda bergantung pada ekstensi yang Anda pilih dan juga dimana tempat membeli domain tersebut. Berikut ini adalah rata-rata harga domain sesuai ekstensinya:

  • Domain dot com: Rp 100.000 – Rp 140.000 per tahun
  • Domain dot net: Rp 100.000 – Rp 140.000 per tahun
  • Domain dot info: Rp 100.000 – Rp 150.000 per tahun
  • Domain dot org: Rp 140.000 – 165.000 per tahun
  • Domain dot id: Rp Rp 250.000 – Rp 300.000 per tahun
  • Domain dot co dot id: Rp 100.000 – Rp 140.000 per tahun
  • Domain dot web dot id: Rp 60.000 – Rp 75.000 per tahun
  • Domain dot ponpes dot id: Rp 60.000 – Rp 75.000 per tahun
  • Domain dot or dot id: Rp 60.000 – Rp 75.000 per tahun

Dalam memilih domain website, sebaiknya Anda ketahui berapa biaya renewal (perpanjangan) domain tersebut karena biasanya harga domain diawal mendapatkan sejumlah diskon sehingga harganya lebih murah. Agar ketika melakukan perpanjangan Anda tidak merasa kemahalan, maka Anda dapat menanyakan ke bagian customer service berapa biaya renewalnya.

Tempat Membeli Domain Terbaik

Seperti halnya Anda menyewa web hosting baik itu hosting WordPress, cloud hosting, ataupun VPS, perusahaan domain registrar di Indonesia juga sudah banyak sekali jumlahnya. Namun, untuk menghindari berbagai hal yang berpotensi merugikan Anda, sebaiknya Anda memilih perusahaan penyedia domain terpercaya yang sudah digunakan banyak orang.

Salah satu perusahaan domain registrar terbaik adalah Exabytes Indonesia. Anda dapat memilih berbagai macam ekstensi domain di registrar ini mulai domain gTLD hingga ccTLD. Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif.

tempat beli domain website terpercaya

Tips Memilih Penyedia Domain

Dan untuk memastikan Anda memilih domain registrar yang tepat, berikut ini kiat untuk memilih perusahaan penyedia domain terbaik.

1. Profile Perusahaan

Cari tahu identitas perusahaan domain tersebut. Anda perlu memastikan bahwa domain registrar yang akan Anda pilih memiliki reputasi yang bagus dan telah dipercaya banyak pengguna.

2. Pelayanan Pelanggan

Aspek pelayanan tidak kalah pentingnya karena sebagai konsumen sudah semestinya Anda mendapatkan pelayanan yang baik. Cari tahu sarana komunikasi apa saja yang disediakan oleh perusahaan domain registrar tersebut, dan pastikan mereka siap merespon dengan cepat ketika dihubungi pelanggan.

3. Artikel Referensi

Apakah domain registrar yang akan Anda pilih menyediakan artikel referensi yang akan Anda butuhkan? Ini tidak wajib, tapi Anda juga perlu mempertimbangkannya. Dengan adanya artikel referensi, maka Anda bisa mengatasi segala macam permasalahan teknis dengan lebih mudah dan cepat.

4. Harga Terbaik

Karena umumnya konsumen ingin mendapatkan harga termurah, maka Anda bisa mempertimbangkan domain registrar yang menawarkan harga domain murah agar bisa membuat Anda sedikit berhemat.

Cara Memilih Domain yang Baik

Memilih domain yang tepat merupakan sebuah keputusan yang cukup krusial karena seperti dijelaskan sebelumnya bahwa domain yang Anda pilih akan menjadi identitas situs web Anda untuk selamanya.

Ada berbagai pertimbangan penting dalam memilih domain, dan untuk memastikan domain yang Anda pilih merupakan pilihan yang tepat, silakan simak beberapa tips memilih domain yang baik seperti dijelaskan berikut ini.

1. Pilih ekstensi domain yang umum

Tidak masalah ketika Anda memilih ekstensi domain baru, namun dengan adanya ratusan ekstensi domain yang sebagian darinya belum seberapa dikenal orang, maka hal tersebut bisa mengurangi nilai komersil website Anda dihadapan sebagian orang.

Beberapa contoh ekstensi domain yang umum antara lain:

gTLD:

  • .com
  • .net
  • .co
  • .org
  • .info

Sementara itu, apabila Anda ingin memilih jenis domain ccTLD, maka Anda wajib memilih ekstensi .id (disesuaikan dengan bahasa website dan target pengunjung website Anda).

Apakah ekstensi domain mempengaruhi SEO?

Memang banyak orang yang meyakini ekstensi domain mempengaruhi SEO. Apakah opini tersebut benar?

SEO atau optimasi mesin pencari sebenarnya lebih ke faktor lain, yaitu kualitas konten, struktur halaman website (theme), bounce rate, dan referal terpercaya (link berkualitas).

Sepanjang saya mengelola website dan ngeblog, saya telah menggunakan berbagai macam ekstensi domain mulai .net, .com, .org, .link, .click, .top, .club, dll. Saya tidak menemukan pengaruh yang signifikan dari masing-masing ekstensi. Out-put SEO lebih ditentukan oleh faktor kualitas artikel dan strategi optimasi yang tepat.

2. Tidak harus singkat tapi jangan terlalu panjang

Jika masih tersedia, memilih domain yang singkat dapat memberikan nilai lebih. Namun, jika domain singkat yang akan Anda pilih sudah tidak tersedia, setidaknya jangan memilih domain yang terlalu panjang. Hal tersebut akan membuat domain website Anda terkesan aneh dan nilai profesionalitasnya menjadi berkurang.

Nama domain yang baik adalah naman domain yang terdiri dari 7-9 karakter. Namun demikian, Anda tetap bisa memilih domain dengan karakter yang lebih panjang asalkan tidak lebih dari 25 karakter.

3. Mudah dieja dan mudah diingat

Memilih domain yang bagus sebaiknya dengan memilih kata yang mudah dieja dan mudah diingat oleh pengunjung.

  • hostara.web.id
  • aiusdnnasdnda.net

Mana yang lebih mudah dieja dan diingat? Tentu domain yang pertama, bukan? Semakin sulit dieja domain Anda, maka semakin sulit pula untuk diingat oleh pengunjung blog Anda.

4. Mengandung keyword (opsional)

Memilih domain yang SEO friendly banyak yang memberikan saran untuk menyertakan kata kunci atau keyword didalamnya. Bahkan, banyak para praktisi SEO yang menyarankan untuk menggunakan EMD (Exact Match Domain), yaitu nama domain yang mengandung kata kunci yang sama persis.

Contoh domain EMD:

  • carangeblog.web.id
  • belajarbisnis.co.id
  • howtochoosedomain.net

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, menempatkan keyword di domain memang berpotensi memberikan dampak bagus untuk SEO, namun sepertinya hal tersebut tidak sebegitu signifikan. Untuk kualitas SEO, saya rasa lebih ke artikel bermutu yang didukung dengan struktur halaman website yang bagus, memiliki bounce rate rendah, dan memiliki kecepatan akses tinggi.

Jika Anda dimungkinkan untuk menyelipkan kata kunci di domain yang akan Anda pilih, hal tersebut bisa memberikan nilai plus, namun jika sudah tidak tersedia, Anda tidak perlu terlalu memprioritaskan hal tersebut. Penempatan kata kunci di domain menurut saya ini sifatnya lebih ke opsional.

5. Merepresentasikan brand Anda

Memilih domain yang merepresentasikan brand atau produk Anda merupakan hal penting. Ini bisa dibilang lebih prioritas katimbang soal kata kunci.

Contoh nama domain yang baik yang memuat unsur brand Anda diantaranya seperti nama domain website ini. Karena website ini berisi materi seputar layanan web hosting terbaik, maka saya memasukkan kata “host” didalamnya. Terdapat relevansi atau kenyambungan antara domain dan konten website.

6. Jangan menggunakan domain yang sudah ada

Domain yang sudah ada apa masih bisa didaftarkan? Tergantung. Kalau ekstensinya berbeda, tentu saja masih bisa didaftarkan. Misalkan domain kaskus.co.id, ada kemungkinan kaskus.blog masih bisa Anda daftarkan. Namun, sebaiknya Anda hindari untuk memilih nama domain yang sudah terdaftar, meskipun ekstensinya berbeda.

Jangan karena Anda terobsesi dengan nama besar situs tertentu, lantas Anda menggunakan brand yang sama. Anda membutuhkan sesuatu yang benar-benar berbeda dari yang lain. Ini akan membuat website Anda lebih unik dan bernilai dimata orang.

7. Jangan gunakan trademark (merek dagang)

Memilih domain yang sudah menjadi merek dagang tidak hanya akan mengurangi nilai profesionalitas, tetapi bahkan akan membuat Anda berada dalam masalah. Atas alasan apapun, sebaiknya Anda menghindari memilih nama domain yang sudah menjadi merek dagang.

8. Sebaiknya jangan gunakan tanda penghubung (-)

Jika Anda perhatikan, cukup banyak blog dan website yang menggunakan tanda penghubung pada nama domain mereka. Tujuannya biasanya karena ingin mendapatkan nama domain yang memiliki relevansi dengan brand atau nama perusahaan mereka.

Sekalipun alasannya demikian, menurut saya penggunaan tanda penghubung mestinya bisa dihindari. Ini tidak semata-mata kaitannya dengan optimasi domain, tapi lebih kepada bagus tidaknya sebuah nama domain dihadapan pengunjung.

Anda bisa perhatikan, sebagian besar brand papan atas atau situs berskala besar memilih untuk tidak menggunakan hyphen di domain mereka. Tentu ada alasan dibalik itu.

9. Gunakan tools memilih domain

Jika Anda merasa kesulitan untuk memilih kata yang tepat untuk domain situs Anda, bisa juga dengan menggunakan bantuan tools domain generator. Salah satu tools generator domain yang bisa membantu Anda adalah namemesh.com.

Anda tinggal mengetikkan kata pada kotak generator, selanjutnya klik tombol Generate, dan Anda akan disajikan hasilnya yang bisa Anda pilih sesuai keinginan. Terkadang tools semacam ini menjadi cukup berguna ketika kita kehabisan ide untuk memilih nama domain karena domain yang ingin kita pilih sudah terdaftar.

10. Pikirkan ulang sebelum mendaftar

Ambil waktu sebentar, pikirkan kembali domain yang akan Anda pilih, dan tanya diri Anda apakah domain tersebut sudah menjadi pilihan yang tepat. Ingat, domain itu sekali dipilih dan selamanya digunakan. Jadi, harus dipertimbangkan dengan matang.

11. Daftarkan domain di registrar terpercaya

Silakan daftarkan nama domain Anda pada registrar terpercaya. Dengan memilih registrar terpercaya, Anda tidak akan dihadapkan dengan berbagai resiko yang bisa merugikan Anda dikemudian hari.

Kesimpulan untuk cara memilih domain yang baik

Bukan hanya memilih web hosting yang membutuhkan pertimbangan matang, memilih domain dan hosting sama-sama merupakan keputusan yang cukup penting karena nama domain akan mewakili brand Anda untuk selamanya.

Semoga dengan membaca ulasan cara memilih domain yang baik ini Anda dapat memilih domain terbaik yang bisa ikut mendongkrak popularitas brand Anda.

Leave a Comment